TRADISI PERANG OBOR - JEPARA KEMBALI BERULANG

Sabtu, 30 April 20160 komentar

Perang Obor - Jepara

Zakizi -
Cerita Sejarah Perang obor tegalsambi jepara-jawa tengah


Salam ...Indonesia

Acara ini akan dilaksanakan besok Senin, 2 Mei 2016. Waktunya selesai sholat Magrib
seperti judul di atas. kali ini akan menceritakan sebuah budaya kota jepara tepatnya di desa tegalsambi yang satu-satunya budaya di dunia yaitu Perang obor atau biasa warga jepara menyebutnya Obor-Obor..

bagi yang pengen mencari wawasan/pengetahuan tentang ini. silahkan di baca Cerita Sejarah perang obor di tegalsambi jepara ini..
saya jelaskan dulu acara ini.. :
Di acara perang obor ini banyak juga yang menonton.. pejabat. warga jepara. bahkan dari kota lain selain jepara. maupun bule juga pada nonton..
Namun bagi warga desa Tegal Sambi, ritual ini sebagai tolak balak dan syukuran warga desa setelah panen padi, agar tahun-tahun yang akan datang semua warga masih mendapatkan rejeki dari yang Maha Kuasa.

Perang obor berawal dari ikhtiar batiniah para leluhur.Tujuannya untuk menolak balak dan bersyukur atas nikmat Tuhan,




Konon...
pada abad XVI Masehi, di desa Tegal Sambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan “Mbah Kyai Babadan”.
Dia punya banyak binatang peliharaan terutama kerbau dan sapi.
dia mau menggembalakan sendiri. tapi jelas tidak mungkin.
sehingga dia mencari orang untuk jadi pengembala binatang peliharaannya,
kemudian dia mendapatkan seorang pengembala untuk mengembala binatangnya itu.
Penggembala tersebut sering di panggil Ki Gemblong.
Ki Gomblong ini sangat tekun memelihara binatang-binatang itu, setiap pagi dan sore Ki Gemblong selalu memandikanya di sungai,sehingga binatang peliharaannya itu jadi gemuk-gemuk dan sehat.
Tentu saja kyai Babadan merasa senang dan memuji Ki Gemblong, atas ketekunan dan kepatuhan dalam memelihara binatang tersebut.

Pada suatu hari Ki Gemblong menggembala di tepi sungai Kembangan sambil asik menyaksikan banyak ikan dan udang yang ada di sungai. dan tanpa menyianyiakan waktu ia langsung menangkap ikan dan udang itu. dan hasil tangkapannya lalu di bakar dan dimakan di Kandang.

Setelah kejadian ini hampir setiap hari Ki Gemblong selalu menangkap ikan dan udang, sehingga dia lupa tugas kewajiban dia sebagai penggembala. akhirnya kerbau dan sapi yang digembala menjadi kurus-kurus dan akhirnya jatuh sakit bahkan ada yang mau mati.

Keadaan ini menyebabkan Kyai Babadan menjadi bingung. sampai di carikan jambi-jambi demi kesembuhan binatang-binatangnya,
tetapi tetap tidak sembuh juga. Akhirnya Kyai Babadan mengetahui penyebab binatang peliharaannya menjadi kurus-kurus dan jatuh sakit, tidak lain di karenakan Ki Gemblong tidak lagi mau mengurus binatang-binatang tersebut,

Namun lebih asyik menangkap ikan dan udang untuk dibakar dan di makan.
Melihat hal semacam itu Kyai Babadan marah besar, saat menemui Ki Gemblong sedang asyik membakar ikan hasil tangkapannya itu. Kyai Babadan langsung menghajar Ki Gemblong dengan menggunakan obor dari pelepah kelapa.
Menerima perlakuan yang demikian ini, Ki Gemblong ternyata tidak mau tinggal diam. Ia juga segera mengambil pelepah daun kelapa dan dinyalakan.sebagai obor untuk menghadapi Kiai Babadan.
Dengan demikian terjadilah pertarungan atau perang obor antara Kiai Babadan dan Ki Gemblong.

Bukannya semakin mereda,pertarungan ini semakin lama semaki sengit dan menyebabkan terjadinya perang obor. Apinya berserakan kemana-mana dan tanpa sengaja apinya jatuh di tumpukan jerami dekat kandangnya.
Akhirnya pertarungan itu mengakibatkan terbakarnya kandang sapi dan kerbau. Seluruh hewan di dalam kandang pun akhirnya lari ketakutan.
dan tanpa di duga binatang yang tadinya kurus sama sakit. akhirnya menjadi sembuh bahkan binatang tersebut mampu berdiri dengan tegak sambil memakan rumput di ladang.
Setelah mengetahui kenyataan seperti itu mereka berdua pun akhirnya mengakhiri perkelahian mereka.

Berdasarkan tradisi lisan yang berkembang di kalangan masyarakat Tegal sambi, sejak itu, anak-cucu Kyai Babadan dan Ki Gemblong lalu melakukan upacara perang obor ini dimaksudkan untuk mengusir segala roh jahat yang mendatangkan penyakit. Upacara itu dilengkapi dengan wayang kulit.

Ada prosesi untuk mengarak pusaka (Pedang Gendir Gambang Sari dan Podang Sari, sebuah arca, dan sebuah beduk dobol) yang dipercayai sebagai warisan sunan Kalijaga kepada Kebayan Tegal sambi. Kedua pedang kayu itu, konon katanya, merupakan serpihan kayu yang di pakai membangun Masjid Demak Kejadian yang tidak diduga dan sangat dramatis tersebut akhirnya diterima oleh masyarakat desa Tegal Sambi sebagai suatu hal yang penuh mukjizat, bahwa dengan adanya perang obor segala jenis penyakit dapat sembuh. Pada saat sekarang upacara tradisional Perang Obor di gunakan untuk sarana Sedekah Bumi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan. Rahmat, Hidayah serta taufikNya kepada warga Desa Tegal Sambi-jepara.

Bahan Obor pada upacara tradisional ini adalah :
     Gulungan 2 atau 3 pelepah kelapa yang sudah.kering dan bagian dalamnya di isi dengan daun pisang kering. Obor yang telah tersedia dinyalakan bersama untuk.di gunakan sebagai alat untuk saling menyerang sehingga sering terjadi benturan obor yang dapat mengakibatkan kobaran-kobaran api yang besar, yang memunculkan nama Perang Obor.(Obor-obor)
obornya berukuran tinggi 3 meter dan diameter 10 cm. Perang obor di mainkan oleh 50 orang atau lebih.


obor dinyalakan bersama-sama oleh peserta/warga untuk dimainkan sebagai alat untuk saling menyerang, sehingga sering terjadi benturan/tabarakan obor yang dapat mengakibatkan kobaran-kobaran api yang besar.
Upaca perang obor itu dilaksankan pada malam hari dengan acara puncak “Perang Obor”.

Terima kasih sudah meluangkan waktu anda untuk membaca Cerita Sejarah Perang obor tegalsambi jepara-jawa tengah yang singkat ini. kami mohon maaf jika ada kata yang salah dan ada yang tersinggung..




Salam Hormat
dari Adek Jelek
Posted by Zakizi khanifah binti Moelyono Dachlan
== SALING TUKAR LINK YUKKK ==
<center><a href="http://zakizikhanifah.blogspot.com/" target="_blank"><img alt="nama tautan" border="0" height="50" src="http://i1150.photobucket.com/albums/o608/zakizi/ukuran280x68.png" title="Haloooooo, selamat datang. Blog ini ku persem,bahkan buat orang 2 yang aku sayangi..." width="170" /></a></center>
Bagikan article ini ke :

Posting Komentar

Mohon berkomentar dengan bijak .....
Terimakasih telah berkunjung dan meninggalkan jejakmu disini ....
Salam
Zakizi Khanifah

 
Financial Support : "Mbok Ipah" ayam bakar | Moelyono Dachlan | Java Concept
Copyright ©Mei,1 2013. CURAHAN HATI GADIS KECIL - All Rights Reserved
Template develop by Zakizi Kaha Published by Zakizi Kaha
Proudly powered by Blogger
//add jQuery library